TALIWANG, SUMBAWA BARAT – Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat melaksanakan kegiatan Verifikasi dan Analisis Data Maternal Perinatal Death Notification (MPDN) tingkat kabupaten di Aula Pertemuan Bhakti Husada Dinas Kesehatan KSB, Senin (19/10/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kualitas data kematian ibu dan bayi sebagai dasar evaluasi serta penyusunan tindak lanjut peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat, Akhiruddin Juliadi, S.K.M., M.Si., yang hadir mewakili Kepala Dinas Kesehatan. Turut hadir Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Sulastri, S.K.M., penanggung jawab Klaster 2, pengelola laporan MPDN dari Puskesmas, penanggung jawab Praktik Mandiri Bidan (PMB) dan praktik mandiri lainnya, serta pengelola laporan MPDN RSUD Asy-Syifa’ Sumbawa Barat.
Pertemuan ini menjadi forum koordinasi lintas fasilitas pelayanan kesehatan untuk memastikan data kematian ibu dan bayi tercatat secara akurat, lengkap, dan dapat dipertanggungjawabkan. Data yang berkualitas dinilai sangat penting dalam mengidentifikasi permasalahan pelayanan kesehatan sekaligus menentukan langkah pencegahan yang tepat.
Dalam sambutannya, Sekretaris Dinas Kesehatan KSB, Akhiruddin Juliadi, menekankan pentingnya seluruh fasilitas pelayanan kesehatan menjalankan pelayanan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan ketentuan yang berlaku. Menurutnya, kepatuhan terhadap standar pelayanan merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga mutu pelayanan kesehatan bagi ibu dan bayi.
Ia juga mengingatkan pentingnya koordinasi yang baik antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, rumah sakit, bidan praktik mandiri, serta seluruh jejaring pelayanan kesehatan. Setiap fasilitas diharapkan memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing sehingga pelaksanaan program dapat berjalan selaras dengan kebijakan yang telah ditetapkan.
Akhiruddin menegaskan bahwa proses verifikasi dan analisis data MPDN tidak sekadar menjadi kegiatan administratif, tetapi juga merupakan bagian dari upaya mengevaluasi pelayanan kesehatan secara menyeluruh. Melalui analisis yang tepat, berbagai faktor yang berkontribusi terhadap kematian ibu dan bayi diharapkan dapat diidentifikasi untuk menjadi bahan perbaikan pelayanan.
Dalam evaluasi yang disampaikan pada kegiatan tersebut, target tahun 2026 tercatat sebanyak dua kasus Angka Kematian Ibu (AKI) dan 11 kasus Angka Kematian Bayi (AKB). Sementara itu, capaian sementara hingga Triwulan IV tercatat sebanyak delapan kasus AKB.
Data tersebut menjadi perhatian bersama bagi seluruh pemangku kepentingan sektor kesehatan di Kabupaten Sumbawa Barat. Hasil evaluasi diharapkan dapat mendorong penguatan upaya pencegahan, peningkatan kualitas pelayanan, serta penanganan yang lebih optimal terhadap kondisi ibu dan bayi yang berisiko.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan KSB, Sulastri, S.K.M., menegaskan bahwa kesehatan ibu dan anak merupakan bagian penting dalam pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan. Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi menjadi indikator penting untuk menilai kinerja pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Menurutnya, pencapaian target penurunan angka kematian ibu dan bayi membutuhkan keterlibatan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan. Puskesmas, rumah sakit, praktik mandiri bidan, serta jejaring pelayanan lainnya harus membangun sinergi agar pelayanan yang diberikan dapat berjalan secara berkesinambungan.
Sulastri juga menekankan pentingnya penguatan pencatatan dan pelaporan kasus. Ketepatan data menjadi dasar dalam melihat perkembangan situasi kesehatan ibu dan bayi, sekaligus membantu menentukan prioritas intervensi yang diperlukan oleh masing-masing fasilitas pelayanan kesehatan.
Melalui kegiatan verifikasi ini, setiap pengelola laporan MPDN diharapkan dapat memastikan kesesuaian data, kelengkapan informasi, serta ketepatan pelaporan sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, data yang digunakan dalam evaluasi tingkat kabupaten dapat memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi kesehatan ibu dan bayi di Kabupaten Sumbawa Barat.
Selain memperkuat sistem pelaporan, evaluasi tersebut juga diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap faktor risiko selama masa kehamilan, persalinan, dan periode setelah persalinan. Deteksi dini, pemeriksaan kehamilan yang memadai, serta penanganan cepat terhadap kondisi kegawatdaruratan merupakan bagian penting dalam upaya melindungi keselamatan ibu dan bayi.
Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat terus mendorong peningkatan koordinasi dan komunikasi antarfasilitas pelayanan kesehatan agar setiap temuan evaluasi dapat ditindaklanjuti secara tepat. Pendampingan terhadap jejaring pelayanan di wilayah kerja masing-masing juga diperlukan untuk memastikan standar pelayanan diterapkan secara konsisten.
Melalui kegiatan Verifikasi dan Analisis Data MPDN tingkat kabupaten ini, Dinas Kesehatan KSB berharap terbangun komitmen bersama untuk memperbaiki kualitas data sekaligus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan ibu dan anak. Evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu menghasilkan langkah perbaikan yang terarah, terukur, dan sesuai kebutuhan di lapangan.
Dengan dukungan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan serta koordinasi lintas sektor yang kuat, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat terus berupaya menekan angka kematian ibu dan bayi seminimal mungkin. Penguatan sistem pencatatan, analisis kasus, dan tindak lanjut pelayanan menjadi bagian penting dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas serta meningkatkan keselamatan ibu dan bayi di Kabupaten Sumbawa Barat. (Bon).

.jpg)