Poto Tano, Sumbawa Barat — Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Integrasi Layanan Primer (ILP) di Pustu Tambak Sari, Kecamatan Poto Tano. Kegiatan ini bertujuan meninjau pelaksanaan pelayanan kesehatan, mengidentifikasi kesiapan sumber daya, serta memperkuat peran Pustu dalam memberikan pelayanan yang dekat, responsif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat, dr. Carlof, MMRS, MQM, didampingi Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Sulastri, SKM, bersama para pengelola program Dinas Kesehatan dan Kepala UPT Puskesmas Poto Tano.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan melakukan peninjauan terhadap pelaksanaan pelayanan kesehatan sekaligus berdialog dengan tenaga kesehatan dan kader. Dialog ini dilakukan untuk mengetahui kondisi di lapangan, mengevaluasi pelaksanaan program, serta mengidentifikasi berbagai kebutuhan yang diperlukan dalam meningkatkan kualitas pelayanan di wilayah kerja Pustu Tambak Sari.
Dalam arahannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat, dr. Carlof, menegaskan bahwa Pustu memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam mengenali, merespons, dan menangani kebutuhan serta permasalahan kesehatan masyarakat di tingkat wilayah.
Menurutnya, keberadaan tenaga kesehatan dan kader yang memadai di Pustu Tambak Sari merupakan modal penting dalam mendukung implementasi Integrasi Layanan Primer. Kolaborasi antara tenaga kesehatan, kader, Puskesmas, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat pelayanan kesehatan berbasis masyarakat secara berkesinambungan.
Ia juga menekankan bahwa pelaksanaan ILP tidak hanya berorientasi pada pelayanan pengobatan, tetapi turut mengutamakan upaya promotif dan preventif. Melalui pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin mudah mengakses informasi kesehatan, memperoleh deteksi dini, serta mendapatkan pendampingan untuk mencegah berbagai penyakit sejak awal.
Selain penguatan fungsi pelayanan, Kepala Dinas Kesehatan mengingatkan seluruh petugas agar memberikan pelayanan sesuai dengan jam kerja yang telah ditetapkan. Sementara itu, kebutuhan pelayanan di luar jam kerja dapat dikoordinasikan melalui layanan Tim Reaksi Cepat (TRC) Ambulans sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Pengaturan pelayanan tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian kepada masyarakat mengenai akses layanan kesehatan, sekaligus memastikan bahwa kebutuhan penanganan kesehatan dapat dikoordinasikan secara tepat sesuai kondisi dan tingkat urgensinya.
Dalam evaluasi kondisi kesehatan masyarakat, hipertensi atau tekanan darah tinggi dan diabetes melitus menjadi dua penyakit tidak menular yang mendapat perhatian di wilayah tersebut. Kondisi ini memerlukan penguatan edukasi kesehatan, pemeriksaan rutin, deteksi dini, pemantauan kondisi pasien, serta pendampingan berkelanjutan bagi masyarakat yang berisiko maupun yang telah terdiagnosis.
Upaya pengendalian hipertensi dan diabetes melitus perlu dilakukan secara terpadu dengan melibatkan tenaga kesehatan, kader, keluarga, dan masyarakat. Edukasi mengenai pola makan sehat, aktivitas fisik, kepatuhan menjalani pengobatan, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi bagian penting dalam mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Pada kesempatan yang sama, dr. Carlof juga menekankan pentingnya promosi kesehatan untuk menangkal penyebaran informasi yang tidak benar atau hoaks di bidang kesehatan. Tenaga kesehatan dan kader diharapkan berperan aktif menyampaikan informasi yang akurat, mudah dipahami, dan bersumber dari pihak yang kompeten agar masyarakat tidak keliru dalam mengambil keputusan terkait kesehatan diri sendiri maupun keluarga.
Melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi Integrasi Layanan Primer ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat terus mendorong optimalisasi fungsi Pustu sebagai bagian dari jejaring pelayanan Puskesmas. Penguatan kapasitas tenaga kesehatan, pemberdayaan kader, kedisiplinan pelayanan, serta pelaksanaan promosi kesehatan yang berkesinambungan diharapkan mampu meningkatkan mutu pelayanan kesehatan primer dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas.
Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat berharap penguatan pelaksanaan ILP di Pustu Tambak Sari dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Dengan pelayanan yang semakin terintegrasi, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan warga, pembangunan kesehatan di Kabupaten Sumbawa Barat diharapkan semakin optimal dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera.

.jpg)